Wartawan Diduga Diancam Senpi Saat Konfirmasi Gaji Karyawan, Pengusaha Pempek di Bandar Lampung Dilaporkan ke Polisi -->

Wartawan Diduga Diancam Senpi Saat Konfirmasi Gaji Karyawan, Pengusaha Pempek di Bandar Lampung Dilaporkan ke Polisi

Minggu, 19 April 2026, Minggu, April 19, 2026

 

Bandar Lampung, Ligatku6.online – Seorang wartawan media online lihatwarta.id, Hendrik Iskandar (HI), mengalami dugaan tindakan intimidasi dan kekerasan saat menjalankan tugas jurnalistiknya di wilayah Pahoman, Bandar Lampung, Jumat (18/04/2026).


Peristiwa tersebut terjadi ketika HI mendatangi kediaman sekaligus tempat usaha Pempek 345 yang berada di Jalan Nusa Indah, Pahoman, untuk melakukan konfirmasi terkait laporan seorang pekerja bernama Melan yang mengaku belum menerima upah selama 15 hari bekerja.


Menurut keterangan Hendrik Iskandar, awalnya proses konfirmasi berlangsung dalam suasana baik. Namun situasi berubah tegang ketika ia menanyakan kepastian terkait hak gaji pekerja tersebut.


“Awalnya baik-baik saja, tapi saat saya tanyakan soal karyawan yang belum dibayar, pemilik usaha justru merespons dengan nada tinggi dan kasar,” ujar HI.


Pemilik usaha berinisial AB disebut menolak membayar upah dengan alasan pekerja tersebut belum genap satu bulan bekerja. Bahkan, saat wartawan mencoba memberikan saran agar pembayaran dilakukan sesuai hari kerja, respons yang diterima justru semakin tidak bersahabat.


“Bukannya mencari solusi, dia malah berkata kasar dan menuding saya minta uang,” tambahnya.


Situasi semakin memanas ketika AB diduga memerintahkan anaknya untuk mengambil pistol dari dalam rumah sebanyak dua kali. 


Selain itu, AB juga disebut melakukan tindakan fisik dengan mencengkeram kerah baju wartawan hingga membuatnya merasa tercekik.


Tak hanya itu, dalam rekaman video yang beredar, kedua anak AB juga terlihat turut terlibat dengan melakukan tindakan agresif terhadap wartawan, termasuk mencengkeram dan merusak kartu tanda anggota (KTA) milik HI.


Merasa keselamatannya terancam, Hendrik Iskandar akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polresta Bandar Lampung pada malam harinya.


“Laporan sudah saya buat. Saya berharap pihak kepolisian dapat menindaklanjuti, termasuk menyelidiki terkait dugaan kepemilikan senjata api oleh yang bersangkutan,” tegasnya.


Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengusaha Pempek 345 belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Kasus ini kini dalam penanganan pihak kepolisian untuk proses lebih lanjut.(**)

TerPopuler